Amazon slide show

Sabtu, 20 Juli 2013

"Bahan Renungan bagi Para Orangtua yang selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya ...... Sangat Menyentuh..."

Ranking 23 : "Aku ingin menjadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan" Di kelasnya ada 50 orang murid, setiap kali ujian, anak perempuanku tetap mendapat ranking ke-23. Lambat laun membuat dia mendapatkan nama panggilan dengan nomor ini, dia juga menjadi murid kualitas menengah yang sesungguhnya. Sebagai orangtua, kami merasa nama panggilan ini kurang enak didengar,namun anak kami ternyata menerimanya dengan senang hati.

Suamiku mengeluhkan ke padaku, setiap kali ada kegiatan di perusahaannya atau pertemuan alumni sekolahnya, setiap orang selalu memuji-muji "Superman cilik" di rumah masing-masing, sedangkan dia hanya bisa menjadi pendengar saja.

Anak keluarga orang, bukan saja memiliki nilai sekolah yang menonjol, juga memiliki banyak keahlian khusus. Sedangkan anak nomor 23 di keluarga kami tidak memiliki sesuatu pun untuk ditonjolkan. Dari itu, setiap kali suamiku menonton penampilan anak-anak berbakat luar biasa dalam acara televisi, timbul keirian dalam hatinya sampai matanya bersinar-sinar.

Kemudian ketika dia membaca sebuah berita tentang seorang anak berusia 9 tahun yang masuk perguruan tinggi, dia bertanya dengan hati pilu kepada anak kami: Anakku, kenapa kamu tidak terlahir sebagai anak dengan kepandaian luar biasa? Anak kami menjawab: Itu karena ayah juga bukan seorang ayah dengan kepandaian luar biasa. Suamiku menjadi tidak bisa berkata apa-apa lagi, saya tanpa tertahankan tertawa sendiri.

Pada pertengahan musim gugur, semua sanak keluarga berkumpul bersama untuk merayakannya, sehingga memenuhi satu ruangan besar di restoran. Topik pembicaraan semua orang perlahan-lahan mulai beralih kepada anak masing-masing. Dalam kemeriahan suasana, anak-anak ditanyakan apakah cita-cita mereka di masa mendatang? Ada yang menjawab akan menjadi pemain piano, bintang film atau politikus, tiada seorang pun yang terlihat takut mengutarakannya di depan orang banyak, bahkan anak perempuan berusia 4½ tahun juga menyatakan kelak akan menjadi seorang pembawa acara di televisi, semua orang bertepuk tangan mendengarnya.

Anak perempuan kami yang berusia 15 tahun terlihat sibuk sekali sedang membantu anak-anak kecil lainnya makan. Semua orang mendadak teringat kalau hanya dia yang belum mengutarakan cita-citanya kelak. Di bawah desakan orang banyak, akhirnya dia menjawab dengan sungguh-sungguh: Kelak ketika aku dewasa, cita-cita pertamaku adalah menjadi seorang guru TK, memandu anak-anak menyanyi, menari dan bermain-main.

Demi menunjukkan kesopanan, semua orang tetap memberikan pujian, kemudian menanyakan akan cita-cita keduanya. Dia menjawab dengan besar hati: Saya ingin menjadi seorang ibu, mengenakan kain celemek bergambar Doraemon dan memasak di dapur, kemudian membacakan cerita untuk anak-anakku dan membawa mereka ke teras rumah untuk melihat bintang-bintang. Semua sanak keluarga tertegun dibuatnya, saling pandang tanpa tahu akan berkata apa lagi. Raut muka suamiku menjadi canggung sekali.

Sepulangnya ke rumah, suamiku mengeluhkan ke padaku, apakah aku akan membiarkan anak perempuan kami kelak menjadi guru TK? Apakah kami tetap akan membiarkannya menjadi murid kualitas menengah?

Sebetulnya, kami juga telah berusaha banyak. Demi meningkatkan nilai sekolahnya, kami pernah mencarikan guru les pribadi dan mendaftarkannya di tempat bimbingan belajar, juga membelikan berbagai materi belajar untuknya. Anak kami juga sangat penurut, dia tidak membaca komik lagi,tidak ikut kelas origami lagi, tidur bermalas-malasan di akhir minggu juga tidak dilakukan lagi. Bagai seekor burung kecil yang kelelahan, dia ikut les belajar sambung menyambung, buku pelajaran dan buku latihan dikerjakan tanpa henti. Namun biar bagaimana pun dia tetap seorang anak-anak, tubuhnya tidak bisa bertahan lagi dan terserang flu berat.Biar sedang diinfus dan terbaring di ranjang, dia tetap bersikeras mengerjakan tugas pelajaran, akhirnya dia terserang radang paru-paru. Setelah sembuh, wajahnya terlihat kurus banyak. Akan tetapi ternyata hasil ujian semesternya membuat kami tidak tahu mau tertawa atau menangis, tetap saja nomor 23.

Kemudian, kami juga mencoba untuk memberikan penambah gizi dan rangsangan hadiah, setelah berulang-ulang menjalaninya, ternyata wajah anak perempuanku semakin pucat saja. Apalagi, setiap kali akan ujian, dia mulai tidak bisa makan dan tidak bisa tidur, terus mencucurkan keringat dingin, terakhir hasil ujiannya malah menjadi nomor 33 yang mengejutkan kami. Aku dan suamiku secara diam-diam melepaskan aksi menarik bibit ke atas demi membantunya tumbuh ini. Dia kembali pada jam belajar dan istirahatnya yang normal, kami mengembalikan haknya untuk membaca komik, mengijinkannya untuk berlangganan majalah "Humor anak-anak" dan sejenisnya, sehingga rumah kami menjadi tenteram kembali. Kami memang sangat sayang pada anak kami ini, namun kami sungguh tidak mengerti akan nilai sekolahnya.

Pada akhir minggu, teman-teman sekerja pergi rekreasi bersama. Semua orang mempersiapkan lauk terbaik dari masing-masing, dengan membawa serta suami dan anak untuk piknik. Sepanjang perjalanan penuh dengan tawa dan guyonan, ada anak yang bernyanyi, ada juga yang memperagakan karya seni pendek. Anak kami tiada keahlian khusus, hanya terus bertepuk tangan dengan gembira. Dia sering kali lari ke belakang untuk menjaga bahan makanan. Merapikan kembali kotak makanan yang terlihat agak miring, mengetatkan tutup botol yang longgar atau mengelap jus sayuran yang bocor ke luar. Dia sibuk sekali bagaikan seorang pengurus rumah tangga cilik.

Ketika makan terjadi satu kejadian di luar dugaan. Ada dua orang anak lelaki, satunya adalah bakat matematika, satunya lagi adalah ahli bahasa Inggris. Kedua anak ini secara bersamaan menjepit sebuah kue beras ketan di atas piring, tiada seorang pun yang mau melepaskannya, juga tidak mau membaginya. Walau banyak makanan enak terus dihidangkan, mereka sama sekali tidak mau peduli. Orang dewasa terus membujuk mereka, namun tidak ada hasilnya. Terakhir anak kami yang menyelesaikan masalah sulit ini dengan cara sederhana yaitu lempar koin untuk menentukan siapa yang menang.

Ketika pulang, jalanan macet dan anak-anak mulai terlihat gelisah. Anakku terus membuat guyonan dan membuat orang-orang semobil tertawa tanpa henti. Tangannya juga tidak pernah berhenti, dia mengguntingkan banyak bentuk binatang kecil dari kotak bekas tempat makanan, membuat anak-anak ini terus memberi pujian. Sampai ketika turun dari mobil bus, setiap orang mendapatkan guntingan kertas hewan shio masing-masing.

Ketika mendengar anak-anak terus berterima kasih, tanpa tertahankan pada wajah suamiku timbul senyum bangga.

Sehabis ujian semester, aku menerima telpon dari wali kelas anakku.

Pertama-tama mendapatkan kabar kalau nilai sekolah anakku tetap kualitas menengah. Namun dia mengatakan ada satu hal aneh yang hendak diberitahukannya, hal yang pertama kali ditemukannya selama 30 tahun mengajar.

Dalam ujian bahasa ada sebuah soal tambahan, yaitu siapa teman sekelas yang paling kamu kagumi dan alasannya. Selain anakku, semua teman sekelasnya menuliskan nama anakku.

Alasannya sangat banyak: antusias membantu orang, sangat memegang janji, tidak mudah marah, enak berteman, dan lain-lain, paling banyak ditulis adalah optimis dan humoris. Wali kelasnya mengatakan banyak usul agar dia dijadikan ketua kelas saja. Dia memberi pujian: Anak anda ini, walau nilai sekolahnya biasa-biasa saja, namun kalau bertingkah laku terhadap orang, benar-benar nomor satu.

Saya berguyon pada anakku, kamu sudah mau jadi pahlawan. Anakku yang sedang merajut selendang leher terlebih menundukkan kepalanya dan berpikir sebentar, dia lalu menjawab dengan sungguh-sungguh: "Guru pernah mengatakan sebuah pepatah, ketika pahlawan lewat, harus ada orang yang bertepuk tangan di tepi jalan." Dia pelan-pelan melanjutkan: "Ibu, aku tidak mau jadi pahlawan, aku ingin jadi orang yang bertepuk tangan di tepi jalan." Aku terkejut mendengarnya dan mengamatinya dengan seksama.

Dia tetap diam sambil merajut benang wolnya, benang warna merah muda dipilinnya bolak balik di jarum bambu, sepertinya waktu yang berjalan di tangannya mengeluarkan kuncup bunga. Dalam hatiku terasa hangat seketika. Pada ketika itu, hatiku tergugah oleh anak perempuan yang tidak ingin menjadi pahlawan ini. Di dunia ini ada berapa banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi pahlawan, namun akhirnya menjadi seorang biasa di dunia fana ini. Jika berada dalam kondisi sehat, jika hidup dengan bahagia, jika tidak ada rasa bersalah dalam hati, mengapa anak-anak kita tidak boleh menjadi seorang biasa yang baik hati dan jujur.

Jika anakku besar nanti, dia pasti akan menjadi seorang isteri yang berbudi luhur, seorang ibu yang lemah lembut, bahkan menjadi seorang teman kerja yang suka membantu, tetangga yang ramah dan baik. Apalagi dia mendapatkan ranking 23 dari 50 orang murid di kelasnya, kenapa kami masih tidak merasa senang dan tidak merasa puas? Masih ingin dirinya lebih hebat dari orang lain dan lebih menonjol lagi? Lalu bagaimana dengan sisa 27 orang anak-anak di belakang anakku? Jika kami adalah orangtua mereka, bagaimana perasaan kami? PESAN : SYUKURI APA YG ADA, BUKAN MEMIKIRKAN APA YG TIADA..

Hakekat Jilbab

Bismillahirohmannirohim ... Sahabatku menceritakan: Ini cerita tentang adikku Nur Annisa, gadis yang baru beranjak dewasa namun rada Bengal dan tomboy. Pada saat umur adikku menginjak 17 tahun, perkembangan dari tingkah lakunya rada mengkhawatirkan ibuku, banyak teman cowoknya yang datang kerumah dan itu tidak mengenakkan ibuku sebagai seorang guru ngaji.

Untuk mengantisipasi hal itu ibuku menyuruh adikku memakai jilbab, namun selalu ditolaknya hingga timbul pertengkaran pertengkaran kecil diantara mereka. Pernah satu kali adikku berkata dengan suara yang rada keras: “Mama coba lihat deh, tetangga sebelah anaknya pakai jilbab namun kelakuannya ngga beda beda ama kita kita, malah teman teman Ani yang disekolah pake jilbab dibawa om om, sering jalan jalan, masih mending Ani, walaupun begini-gini ani nggak pernah ma kaya gituan”, bila sudah seperti itu ibuku hanya mengelus dada, kadangkala di akhir malam kulihat ibuku menangis , lirih terdengar doanya: “Ya Allah, kenalkan Ani dengan hukum Engkau ya Allah “.

Pada satu hari didekat rumahku, ada tetangga baru yang baru pindah. Satu keluarga dimana mempunyai enam anak yang masih kecil kecil. Suaminya bernama Abu Khoiri, (bukan Effendy Khoiri lhoo) (entah nama aslinya siapa) aku kenal dengannya waktu di masjid.

Setelah beberapa lama mereka pindah timbul desas desus mengenai istri dari Abu Khoiri yang tidak pernah keluar rumah, hingga dijuluki si buta, bisu dan tuli. Hal ini terdengar pula oleh Adikku, dan dia bertanya sama aku: “Kak, memang yang baru pindah itu istrinya buta, bisu dan tuli ? “..hus aku jawab sambil lalu” kalau kamu mau tau datangin aja langsung kerumahnya”.

Eehhh tuuh, anak benar benar datang kerumah tetangga baru. Sekembalinya dari rumah tetanggaku , kulihat perubahan yang drastis pada wajahnya, wajahnya yang biasa cerah nggak pernah muram atau lesu mejadi pucat pasi….entah apa yang terjadi.?

Namun tidak kusangka selang dua hari kemudian dia meminta pada ibuku untuk dibuatkan Jilbab ..yang panjang, lagi..rok panjang, lengan panjang…aku sendiri jadi bingung….aku tambah bingung campur syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala karena kulihat perubahan yang ajaib.. yah kubilang ajaib karena dia berubah total..tidak banyak lagi anak cowok yang datang kerumah atau teman teman wanitanya untuk sekedar bicara yang nggak karuan…kulihat dia banyak merenung, banyak baca baca majalah islam yang biasanya dia suka beli majalah anak muda kaya gadis atau femina ganti jadi majalah majalah islam, dan kulihat ibadahnya pun melebihi aku …tak ketinggalan tahajudnya, baca Qur’annya, sholat sunat nya…dan yang lebih menakjubkan lagi….bila teman ku datang dia menundukkan pandangan…Segala puji bagi Engkau ya Allah Subhanahu wa ta’ala jerit hatiku..

Tidak berapa lama aku dapat panggilan kerja di kalimantan, kerja di satu perusahaan asing (PMA). Dua bulan aku bekerja disana aku dapat kabar bahwa adikku sakit keras hingga ibuku memanggil ku untuk pulang ke rumah (rumahku di Madiun). Di pesawat tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar Adikku di beri kesembuhan, namun aku hanya berusaha, ketika aku tiba di rumah, didepan pintu sudah banyak orang, tak dapat kutahan aku lari masuk kedalam rumah, kulihat ibuku menangis, aku langsung menghampiri dan memeluk ibuku, sambil tersendat sendat ibuku bilang sama aku: “Dhi,adikkmu bisa ucapkan dua kalimat Syahadah diakhir hidupnya “..Tak dapat kutahan air mata ini…

Setelah selesai acara penguburan dan lainnya, iseng aku masuk kamar adikku dan kulihat Diary diatas mejanya..diary yang selalu dia tulis, Diary tempat dia menghabiskan waktunya sebelum tidur kala kulihat sewaktu almarhumah adikku masih hidup, kemudian kubuka selembar demi selembar…hingga tertuju pada satu halaman yang menguak misteri dan pertanyaan yang selalu timbul di hatiku..perubahan yang terjadi ketika adikku baru pulang dari rumah Abu Khoiri…disitu kulihat tanya jawab antara adikku dan istri dari tetanggaku, isinya seperti ini :

Tanya jawab ( kulihat dilembaran itu banyak bekas tetesan airmata ): <> Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari), ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik.

Istri tetanggaku : Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati.

Annisa : Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik.

Istri tetanggaku : Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah Subhanahu wa ta’ala dan bila Allah Subhanahu wa ta’ala berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.

Annisa : Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun kelakuannya melebihi kami yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?

Istri tetanggaku : Duhai Annisa, sesungguhnya Allah Subhanahu wa ta’ala menjadikan seluruh tubuh wanita ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh kita yang terlihat oleh bukan mahrom kita semuanya akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Subhanahu wa ta’ala diakhirat nanti, jilbab adalah hijab untuk wanita.

Annisa : Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya nggak enak, nggak karuan.

Istri Tetanggaku : Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami.

Annisa : Apa itu hakekat jilbab ?

Istri Tetanggaku : Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.

Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah Subhanahu wa ta’ala, bila kamu sudah bisa maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, itulah hakekat jilbab.

Annisa : Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya.

Istri tetanggaku : Duhai Anisa bila kamu memakai jilbab itulah karunia dan rahmat yang datang dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang Maha Pemberi Rahmat, yang Maha Penyayang, bila kamu mensyukuri rahmat itu kamu akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai kesempurnaan yang diinginkan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat roh roh manusia seperti anai anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.

Ketika tujuh matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita. Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak tidak memperdulikan ibunya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu sama lain bisa menjadi musuh, satu kebaikan lebih berharga dari segala sesuatu yang ada di alam ini.

Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis karena hari itu Allah Subhanahu wa ta’ala murka, belum pernah Allah Subhanahu wa ta’ala murka sebelum dan sesudah hari itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah Subhanahu wa ta’ala dipadang mahsyar yang panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab.

Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal dihari ini, entah dengan apa nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Allah Subhanhu wa ta’ala. Di Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!!

Sampai disini aku baca diarynya karena kulihat, berhenti dan banyak tetesan airmata yang jatuh dari pelupuk matanya, Subhanallah, kubalik lembar berikutnya dan kulihat tulisan, kemudian kulihat tulisan kecil di bawahnya: buta, tuli dan bisu, wanita yang tidak pernah melihat lelaki selain mahromnya, wanita yang tidak pernah mau mendengar perkara yang dapat mengundang murka Allah Subhanahu wa ta’ala, wanita yang tidak pernah berbicara ghibah, ghosib dan segala sesuatu yang mengundang dosa dan sia sia tak tahan airmata ini pun jatuh membasahi diary.

Itulah yang dapat saya baca dari diarynya, semoga Allah Subhanhu wa ta’ala menerima Adikku disisinya, Amin , Subhanallah ...

Sumber : Hakekat Jilbab (Kisah Nyata) / Peringatan Islam

Artikel menarik lainnya : manfaat sedotan

Jumat, 21 Juni 2013

22 Juni 2013 BBM Naik

Terjadi. Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya. Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM bersubsidi, tadi malam melalui menteri ESDM pengumuman resminya keluar. Harga bensin premium mengalami kenaikan sebesar Rp2000,- dari Rp4500,- menjadi Rp6500,- sedangkan harga solar naik sebesar Rp1000,- menjadi Rp5500,- dari harga semula yaitu Rp4500,-. Hal ini sudah barang tentu akan menimbulkan reaksi pro dan kontra. Dan sudah barang tentu yang kontra akan banyak sekali, meskipun itu tidak bisa mengubah pendirian pemerintah.

Saya menanggapi kenaikan BBM ini dengan penuh syukur. Karena saya bisa mnjadi seolah-olah orang kaya. Lho kenapa bisa begitu? Iya dong bisa. Kalau orang kaya itu kan biasa untuk membelanjakan uangnya buat yang mahal-mahal. Jadi dengan kenaikan BBM ini saya juga bisa jadi orang kaya karena akan belanja yang mahal-mahal. Saya tak akan peduli lagi dengan seberapa pendapatan yang saya raih, saya akan belanja untuk yang mahal-mahal. Tentu saja saya melakukan itu ini karena dampak kenaikan harga-harga barang.

Intinya kita harus terus mendukung pemerintah karena maksud mereka baik. Sekali lagi saya mengajak mari kita bersyukur, syukur BBM naik, syukur ongkos angkutan naik, syukur harga-harga akan naik. Dan belum tentu gaji kita naik. Syukur........

Kamis, 20 Desember 2012

Pak Habibie menjadi cerita dalam film dan hujatan

Film Habibie dan Ainun



Siapa yang tak mengenal Pak BJ Habibie. Hampir semua orang Indonesia mengenal beliau. Adakah anda mengetahui kehidupan pribadi beliau termasuk percintaannya? Jika anda ingin mengetahui, sekarang sudah direlease dan diputar di bioskop film yang menuturkan kehidupan beliau yang disutradarai sutradara kondang Inodesia Hanung Bramantyo.



Saya pun ingin menonton film tersebut yang mana bisa membuat Pak SBY menangis, tapi saya mana bisa menyisihkan sebagian gaji saya buat nonton karena gaji saya terlalu tinggi (amiin). Daripada buat nonton mendingan buat keperluan lainnya (alhamdulillah sedikit curhat colongan bagi orang yang sudah berkecukupan, amiin). Mudah-mudahan saja ada yang ngajakin nonton bareng gratis.



Pak Habibie dihujat



Tak ada hujan, tak ada petir, tak ada angin tiba-tiba mantan menteri penerangan Malasyia, Zainudin Maidin, menghujat pak Habibie. Tentu saja hal ini membuat kita geram meskipun pak Habibie sendiri tenang-tenang saja menanggapinya. Apalagi hujatan ini datang dari mantan pejabat dari negara serumpuk yang acap kali terlibat perselisihan. Pak Habibie pun sudah menjelaskan mengapa dirinya menjadi bahan hujatan. Menurut beliau hal ini karena ada yang kebakaran jenggot setelah beliau bicara mengenai reformasi di Selangor.Baca Habibie: Ada yang kebakaran jenggot di Malaysia.



Film Habibie dan hujatan



Bukan film Habibie dan Ainun yang jadi hujatan. Bukan pula hujatan terhadap pak Habibie difilmkan. Melainkan, pak Habibie dapat hujatan dari mantan pejabat Malaysia dan cerita kehidupan pak Habibie dan bu Ainun dijadikan film. Mungkin kata anda gak nyambung. Biarlah, ini blog saya sendiri dan yang terpenting tidak ada yang tersakiti. Amiin, semoga. Salam, Arif

Sabtu, 17 November 2012

Festival Al-A'Zhom

Hingar bingar pergantian tahun kalender islam memang tidak segemerlap pergantian tahun masehi. Tetapi sebenarnya memang pergantian tahun bukan suatu peristiwa yang harus diisi dengan acara pesta pora, melainkan waktunya kita introspeksi terhadap apa-apa yang telah kita lakukan pada rentang setahun ke belakang dan ajang untuk mempersiapkan kegiatan yang akan kita laksanakan setahun ke depan.



Dalam rangka menyemarakkan pergantian tahun hijriah dan lebih mendekatkan masyarakat terhadap kalender islam kota Tangerang mengadakan acara yang diberi nama Festival Al-A'Zhom. Festival tersebut berlangsung selama 10 hari, dimulai dari tanggal 14 Nopember 2012 sampai dengan 24 Nopember 2012. Adapun tempat pelaksanaan berlangsung di area masjid Al-A'Zhom Tangerang.







Berikut ini jenis kegiatan yang diselenggarakan pada Festival Al-A'Zhom: 1. Lomba Marawis. 2. Lomba Hadroh. 3. Lomba Qosidah. 4. Lomba Mewarnai & Menggambar. 5. Tabligh Akbar. 6. Parade Marching Band. 7. Pawai Ta'aruf. 8. Kreasi Budaya Islam. 9. Bazzar. 10. Metode Amsilati. 11. Seminar Muslimah. 12. Santunan. 13. Donor Darah. 14. Islamic Book Fair.







Bagi anda yang berada di Tangerang dan sekitarnya atau yang sedang berlibur ke Tangerang tidak ada salahnya menyempatkan datang pada Festival Al-A'Zhom dan bisa juga berpartisipasi dalam setiap lomba yang diadakan.

Selasa, 06 November 2012

Be happy man!

Kebahagiaan. Kebahagiaan terbentuk dari kata asal bahagia.Kebahagiaan bisa diartikan sebagai suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Apa yang bisa menjadikan seseorang bahagia. Jawabannya tentu saja akan beragam, tergantung dari sudut pandang dan persepsi orang tersebut.



Bagi saya kebahagiaan sejati bisa diperoleh dengan cara hati dan pikiran kita selalu dekat dengan Allah SWT, rajin beribadah, menjauhkan dari apa yang dilaran-Nya. Dengan cara ini hati dan jiwa saya terasa begitu tenang dan menghilangkan segala beban pikiran. Sehingga akan memberikan aura positif untuk melaksanakan segala rutinitas kehidupan.



Meskipun saya menyadari cara ini merupakan cara untuk mendapatkan kebahagiaan sejati namun susah sekali untuk bisa istiqomah. Selalu saja ada godaan setan untuk membelokan arah jalan kita. Wajar ini terjadi karena memang sudah sunatullah. Untuk itu kita harus berusaha dan terus berusaha selalu ada di jalan yang lurus. Istilahnya jika arah kita sudah sedikit menyimpang berusahalah untuk kembali lagi ke jalan yang lurus. Semua itu merupakan usaha maksimal yang bisa kita lakukan dan untuk melengkapinya kita harus dibarengi dengan do'a kepada Allah SWT, semoga kita selalu bisa berada di jalan yang lurus, di jalan yang Allah kehendaki dan selalu giat beribadah serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.



Marilah berusaha menjadi manusia yang bahagia. Bahagia sejati, bahagia yang hakiki.

Penghasilan bagi anda, ibu rumah tangga.

Anda seorang istri yang tidak bekerja tapi punya keinginan membantu keuangan keluarga. Lalu timbul pertanyaan, apa yang harus kerjakan? Banyak sekali yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan selain bekerja di kantoran bagi anda seorang ibu dan istri.



Berikut diantaranya saya kemukakan dalam tulisan ini. Semoga bisa menjadi bahan masukan bagi anda.



1. Usaha kreditan. Ibu-ibu dan kaum wanita umumnya identik dengan beli-beli atau belanja, entah itu memang kebutuhan atau sekedar memenuhi hasrat pribadi. Hal ini bisa anda manfaatkan dengan anda menjual barang pada umumnya pakaian secara kredit kepada ibu-ibu di sekitar anda. Anda bisa memulai mencari pembeli dengan menjajalkan ke teman dekat anda terlebih dahulu. Biasanya wanita cepat dalam hal menyampaikan informasi, sehingga bila anda sudah berhasil mendapatkan 3-5 pelanggan maka akan makin banyak orang tahu kalau anda berjualan. Karena dijual secara kredit saya sarankan untuk memberikan harga jual yang lebih besar sehingga mengurangi resiko 'capek doang'.



2. Jualan Kue. Bagi sebagian orang termasuk ibu-ibu membuat kue merupakan hobi tersendiri. Alangkah baiknya hobi ini anda arahkan untuk bisa menjadikan penghasilan bagi anda. Caranya buatlah kue yang enak kemas dengan menarik. Untuk pertama kali bagikanlah kue yang sudah buat kepada teman, kerabat, dan tetangga anda. Jika mereka menyukai insyaallah mereka akan memesan kue pada anda untuk acara atau konsumsi sendiri.



3. Membuat kerajinan. Banyak wanita yang sukses dengan usaha kerajinannya. Ada yang berhasil menjadi pengrajin tas, sepatu, hiasan dan sebagainya. Atas hasil kreatif mereka dapat menghasilkan uang yang banyak. Tak ada salahnya anda pun bisa mencoba ini untuk mendapatkan penghasilan. Intinya bagaimana ada bisa menghasilkan produk yang unik dan kreatif yang bisa anda jual kembali.



Itulah beberapa cara bagi anda khusunya ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan selain anda bekerja di kantor. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi anda.